

MINAHASA SELATAN — MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, tokoh politik dan masyarakat Minahasa Selatan (Minsel), Frade Aries Massie, menyampaikan pesan mendalam yang menekankan pentingnya makna spiritual di balik ritual kurban. Ia mengajak seluruh umat Islam yang merayakan untuk tidak terjebak pada aspek seremonial semata, melainkan mengedepankan ketaatan dan keikhlasan sebagai fondasi perekat persaudaraan.
Dalam keterangannya, Senin (25/5/2026), Massie menegaskan bahwa Idul Adha adalah momen refleksi diri dan penguatan solidaritas sosial.
“Kami mengajak dan berharap kepada saudara-saudara yang merayakan Idul Adha untuk melihat hari raya ini bukan hanya sekedar seremonial. Lebih dari itu, esensinya adalah ketaatan dan keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang menjadi perekat kuat bagi persaudaraan kita, melampaui perbedaan,” ujar Massie.
Pernyataan tersebut disertai dengan apresiasi tinggi terhadap kondisi sosial di Kabupaten Minahasa Selatan. Massie menyoroti betapa eratnya kerjasama antarumat beragama di daerah kabupaten Minahasa Selatan yang menurutnya menjadi contoh nyata toleransi di Indonesia.
“Kami sangat bersyukur bahwa di Kabupaten Minahasa Selatan, tidak ada kata ‘tidak mau bekerja sama’ dalam merayakan hari raya. Semua agama di Minahasa Selatan kami lihat sama; saling menghormati dan bahu-membahu menciptakan suasana kondusif dan penuh sukacita,” tambah Massie.
Sikap ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan kerukunan di tengah keberagaman. Massie berharap, semangat gotong royong yang terlihat selama persiapan hingga pelaksanaan Idul Adha dapat terus terjaga sepanjang tahun, menjadikan Minsel sebagai barometer toleransi di Sulawesi Utara.
Pernyataan Frade Aries Massie ini mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh lintas agama di Minahasa Selatan, yang sepakat bahwa harmoni sosial adalah aset terbesar daerah ini.
(Dm Komaling)





