PORTAL DAERAH

DALANG KECURANGAN SPBU KAPITU TERUNGKAP? OKNUM PENGAWAS HARDY KABUR SAAT DIMINTAI TANGGUNG JAWAB

MINAHASA SELATAN – MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS

Dugaan kuat bahwa oknum pengawas bernama Hardy merupakan otak di balik maraknya praktik ilegal BBM bersubsidi di SPBU Kapitu semakin menguat. Sikapnya yang kian defensif dan cenderung melarikan diri dari sorotan publik menjadi bukti nyata ketidakberaniannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat sejumlah wartawan mencoba mengonfirmasi keterlibatannya dalam skandal diskriminasi barcode dan pengisian solar melebihi kuota, Hardy justru memilih jalan pintas: menghindar. Ia tidak berani berhadapan muka dengan media maupun warga yang merasa dirugikan, sebuah sikap yang sangat kontras dengan klaimnya sebagai pihak yang berwenang mengawasi jalannya operasional SPBU.

Para saksi mata di lapangan melaporkan bahwa setiap kali terjadi pelanggaran—seperti mobil berbarcode palsu yang diprioritaskan atau pengisian solar yang melampaui batas sistem—Hardy selalu berada di lokasi namun seolah-olah “buta” terhadap kecurangan tersebut.

“Bukan cuma diam, dia malah seperti memberi lampu hijau. Kalau bukan dia yang mengatur, mustahil petugas biasa berani melakukan itu berulang-ulang,” ungkap salah satu pemilik kendaraan

Keheningan Hardy saat dimintai klarifikasi oleh awak media dinilai sebagai bentuk pengakuan tersirat. Dalam dunia penegakan hukum, upaya menghindar dari konfirmasi sering kali dikaitkan dengan adanya sesuatu yang ingin disembunyikan atau ketakutan akan terbongkarnya jaringan kejahatan yang lebih besar.

DALANG KECURANGAN SPBU KAPITU TERUNGKAP? OKNUM PENGAWAS HARDY KABUR SAAT DIMINTAI TANGGUNG JAWAB

Masyarakat Minahasa Selatan kini menuntut Kapolres Minsel untuk tidak hanya menertibkan petugas lapangan, tetapi juga mengusut tuntas peran Hardy. Publik menduga Hardy bukan sekadar pengawas pasif, melainkan dalang aktif yang mendapatkan keuntungan materi dari setiap liter solar subsidi yang bocor ke tangan penampung ilegal.

Beberapa poin desakan warga kepada aparat kepolisian:

  1. Panggil Paksa Hardy: Jika ia terus menghindar, polisi harus menggunakan upaya paksa sesuai KUHAP untuk membawanya menghadap penyidik.
  2. Audit Jejak Digital & CCTV: Memeriksa rekaman CCTV SPBU Kapitu untuk membuktikan koordinasi antara Hardy dan petugas nakal saat kejadian pelanggaran.
  3. Usut Aliran Dana: Menelusuri apakah ada aliran dana haram dari hasil penjualan solar ilegal ke rekening pribadi Hardy atau oknum lainnya.

“Kami tidak mau kasus ini berhenti di petugas pompa bensin saja. Harus ada ‘big fish’ yang ditangkap. Hardy adalah kunci utamanya,” tegas perwakilan komunitas pengendara diesel di Minsel.

Hingga berita ini diturunkan, Hardy masih belum memberikan keterangan resmi apa pun. Sikap kaburnya justru semakin memicu kemarahan warga yang merasa hak mereka atas BBM bersubsidi telah dicuri secara sistematis oleh oknum-oknum yang seharusnya menjadi pelindung aturan.

Polres Minsel diharapkan segera merespons cepat sebelum situasi di SPBU Kapitu berubah menjadi konflik horizontal antara warga yang resah dan oknum-oknum yang merasa aman karena dilindungi.

Peliput: Dm Komaling

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button