

BONDOWOSO – MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Malam di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026), berubah menjadi ruang spiritual yang dipenuhi lantunan sholawat. Sekitar seribu jamaah larut dalam suasana religius melalui kegiatan Curahdami Bersholawat dalam rangka Festival Maulid 1448 Hijriah.
Di tengah lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, jajaran Polsek Curahdami hadir untuk mengawal kegiatan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan nyaman, tertib dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB di Lapangan Desa Jetis tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, pengasuh pondok pesantren, pemerintah, TNI Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga jamaah dari berbagai wilayah Kecamatan Curahdami.
Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H. bersama seluruh personel Polsek Curahdami. Strategi pengamanan disiapkan secara menyeluruh dengan memperhatikan dinamika pergerakan massa, arus kendaraan serta titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Personel ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis, termasuk akses masuk dan keluar lapangan, persimpangan, kawasan parkir serta titik konsentrasi jamaah. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama ketika jamaah datang dan meninggalkan lokasi secara bersamaan.

Langkah preventif tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti pencurian kendaraan bermotor, pencopetan, kehilangan barang pribadi, kecelakaan lalu lintas hingga kemungkinan anak terpisah dari orang tua di tengah kerumunan.
Sebelum kegiatan berlangsung, Polsek Curahdami melakukan koordinasi dengan Muspika, panitia dan Pemerintah Desa Jetis. Koordinasi tersebut menjadi fondasi dalam menyatukan pola pengamanan, pengaturan massa dan lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan dengan rasa aman dan nyaman. Pengamanan bukan hanya tentang menjaga situasi, tetapi bagaimana kepolisian mampu memberikan ruang yang kondusif bagi masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi dan memperkuat persaudaraan,” ujar AKP Muktamar kepada awak media masbhbainnews.
Menurutnya, kegiatan sholawat memiliki dimensi yang lebih luas daripada rangkaian pembacaan pujian kepada Rasulullah SAW. Sholawat menjadi medium untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menghidupkan nilai keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.
“Esensi Maulid dan sholawat adalah menghadirkan kembali nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan kita. Ada pesan tentang kasih sayang, persaudaraan, toleransi, kepedulian dan persatuan. Nilai nilai tersebut sangat relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghormati,” ungkapnya.
Semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Polri dalam membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada tindakan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pencegahan, komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.
Dukungan kepolisian terhadap kegiatan keagamaan memiliki makna strategis. Ketika masyarakat memperoleh ruang yang aman untuk beribadah dan berkumpul, nilai kebersamaan dapat tumbuh lebih kuat sekaligus memperkokoh ketahanan sosial di tingkat komunitas.
Festival Maulid 1448 H Kecamatan Curahdami turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso Sholikin, Ketua Mustasyar PCNU Bondowoso KH Imam Barmawi Burhan, anggota DPRD Bondowoso, Camat Curahdami, para pengasuh pondok pesantren, jajaran Forkopimcam, kepala desa se Kecamatan Curahdami, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta unsur TNI Polri
Dalam sambutannya, Sholikin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Curahdami. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari hari.
Festival tersebut juga menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur masyarakat dalam suasana religius. Pemerintah, ulama, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum berpadu dalam satu kegiatan yang mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan Sholawat Nariyah, sambutan serta doa.
Bagi Polsek Curahdami, pengamanan kegiatan dengan jumlah jamaah yang besar merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menghadirkan keamanan yang bersifat preventif, humanis dan responsif. Personel tidak hanya menjaga lokasi, tetapi juga membangun komunikasi dengan panitia, tokoh agama dan masyarakat.
Kapolsek Muktamar menambahkan, keamanan yang berkelanjutan tidak dapat dibangun oleh kepolisian seorang diri. Diperlukan kesadaran bersama antara aparat dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta saling menghormati dalam setiap kegiatan publik.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika polisi, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat berada dalam satu semangat, maka kegiatan keagamaan dapat menjadi kekuatan sosial yang mempererat persatuan. Inilah yang terus kami dorong di wilayah Curahdami,” tegasnya.
Kehadiran Polsek Curahdami dalam Curahdami Bersholawat mencerminkan wajah Polri yang hadir di tengah masyarakat, menjaga ruang kebebasan beribadah sekaligus merawat jembatan persaudaraan.
Dari Lapangan Desa Jetis, lantunan sholawat membawa pesan bahwa ketenangan dalam beribadah dan keamanan dalam bermasyarakat dapat berjalan beriringan. Keduanya tumbuh dari kolaborasi, kepedulian dan semangat menjaga persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bersama.
(cahptw CBN)





