PORTAL POLRES

“Demi Rakyat, Kami Tak Akan Menutup Mata” – Kapolres Minsel Pimpin Langsung Sidak Ketat SPBU, Janji Hajar Tuntas Oknum Nakal

MINAHASA SELATAN – MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS

Minahasa Selatan 27/8/26
Suasana haru sekaligus tegang menyelimuti sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sejak Senin malam. Langkah tegas tanpa pandang bulu ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Minsel yang turun langsung ke lapangan untuk mengakhiri praktik curang penjualan BBM bersubsidi yang telah lama meresahkan warga.

Komitmen ini bukan sekadar janji di atas kertas. Kapolres Minsel, bersama Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter, secara bergantian memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik SPBU, termasuk SPBU kapitu yang sebelumnya menjadi sorotan utama akibat dugaan manipulasi barcode dan pengisian solar ilegal.

Saat dikonfirmasi di tengah suasana sidak yang intens, Kanit Penyidikan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Minsel (Arswendo Jacobus)
menegaskan bahwa aparat tidak akan tebang pilih.

“Kami tidak melihat siapa pemilik SPBU-nya atau seberapa besar pengaruhnya. Yang kami lihat adalah pelanggaran terhadap negara dan rakyat kecil. Setiap SPBU yang ketahuan memanipulasi data, mengutamakan barcode palsu, atau membiarkan pengisian melebihi kuota akan kami proses sesuai jalur hukum yang berlaku. Tidak ada negosiasi,” tegasnya sambil menunjukkan bukti-bukti awal temuan di lapangan.

Ia menambahkan, timnya telah mengumpulkan data digital dan saksi mata untuk memastikan setiap unsur pidana dalam penyelewangan BBM subsidi dapat dijerat dengan pasal yang tepat.

Di lokasi yang berbeda, saat melakukan pengecekan mendalam di SPBU Tumpaan Kasat Reskrim Polres Minsel Iptu Sumolang, SH, MH, terlihat berbaur dengan warga yang antre. Ia mendengarkan keluh kesah para pengendara yang sering kali diperlakukan diskriminatif.

“Sakit hati kami melihat rakyat sendiri dipersulit mendapatkan haknya, sementara oknum-oknum tertentu dimudahkan. Kunjungan kami ke Setiap SPBU ini adalah bentuk respons langsung atas aduan masyarakat. Kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara sistem dan realita di pompa. Ini bukan kesalahan teknis, ini kesengajaan,” ungkap Kasat Reskrim dengan nada serius.

Ia menjamin bahwa barang bukti berupa rekaman CCTV dan log transaksi sedang diamankan untuk memperkuat posisi penyidikan terhadap oknum petugas maupun pengawas yang terlibat.

Dalam kesempatan terpisah di ruang kerjanya, Kapolres Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega, SH, MH, memberikan penjelasan yang menyentuh hati mengenai alasan mengapa ia dan jajarannya bekerja ekstra keras hingga larut malam.

“Bapak/Ibu sekalian, ketika saya melihat wajah-wajah lelah para bapak ojek, ibu-ibu pengusaha kecil, dan petani yang harus antre berjam-jam hanya karena solar mereka dialihkan ke penampung ilegal, hati saya terketuk. Kami polisi bukan mesin penegak hukum yang dingin. Kami adalah bagian dari masyarakat ini,” ujar Kapolres dengan suara berat.

Ia menekankan bahwa tindakan tegas terhadap SPBU nakal adalah bentuk perlindungan nyata kepada rakyat.

“Kami tidak pandang bulu. Jika ada oknum pengawas atau petugas lain yang bermain curang, mereka akan berhadapan dengan hukum. Kami lakukan ini agar anak-anak kita bisa sekolah dengan tenang, agar ekonomi rakyat kecil tidak hancur dicuri oleh segelintir orang serakah. Jalur hukum akan kami tempuh sampai tuntas, demi keadilan bagi seluruh warga Minahasa Selatan,” pungkasnya.

Langkah berani Polres Minsel ini mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat dan pengguna media sosial. Warga berharap konsistensi ini terus dijaga agar praktik ilegal BBM subsidi benar-benar punah dari bumi Minahasa Selatan.

Peliput:Dm Komaling

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button