

GUNUNG TABUR, KABUPATEN BERAU — MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Gunung Tabur tahun ini terasa begitu istimewa dan sarat akan nilai historis. Upacara pengibaran bendera merah putih yang dipusatkan di area halaman Museum Batiwakkal, Senin (17/8), menjadi potret indah perpaduan antara semangat nasionalisme dan keluhuran tradisi budaya.

Pelaksanaan apel kemerdekaan ini berlangsung khidmat dengan kehadiran langsung Sultan Gunung Tabur Adji Awang Idris, SE., MT ( Sultan Chalifatullah Kaharuddin II) , yang didampingi oleh jajaran Dewan Adat Kesultanan serta Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur. Mengambil tempat di barisan kehormatan, para pewaris tradisi dan penjaga marwah budaya ini berdampingan erat dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunung Tabur.

Pemilihan halaman Museum Batiwakkal yang merupakan ikon sejarah sekaligus bekas keraton Kesultanan sebagai lokasi upacara memberikan ruh tersendiri bagi peringatan HUT RI ke-81 ini. Semangat perjuangan para pendahulu seakan membaur dengan tekad generasi masa kini untuk terus mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Turut memadati area bersejarah tersebut, jajaran tokoh-tokoh adat, tokoh agama, hingga segenap warga Kecamatan Gunung Tabur. Tidak ketinggalan, masyarakat adat dari berbagai wilayah di bawah naungan Kesultanan Gunung Tabur ikut hadir menyemarakkan upacara, di mana sebagian besar turut mengenakan busana khas daerah yang mempertegas identitas kebudayaan Nusantara.

Kehadiran Sultan Gunung Tabur, Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur beserta jajaran pemangku adat dalam apel kenegaraan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen sinergitas antara elemen kesultanan, pemerintah kecamatan, dan seluruh lapisan masyarakat. Walaupun tidak seperti pada tahun- tahun sebelumnya Sultan Gunung Tabur dan Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur tidak mendapatkan undangan menghadiri Upacara kemerdekaan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Berau, momentum ini menegaskan pesan bahwa masyarakat adat Gunung Tabur senantiasa berdiri tegak menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat kebinekaan, serta terus bersinergi dalam memajukan Bumi Batiwakkal.

Setelah rangkaian detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera selesai dengan sempurna, acara dilanjutkan dengan sesi silaturahmi dan ramah tamah. Kebersamaan antara pihak istana, aparat pemerintah, dan rakyat di pelataran Museum Batiwakkal pagi itu menjadi penutup manis yang merefleksikan kuatnya persatuan di tanah Berau.
Liputan wartawan cobra bhayangkara news




