

Minahasa Selatan, Tatapaan // COBRA BHAYANGKARA NEWS
Pemerintah Desa Sulu, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur dasar demi kenyamanan dan keselamatan warganya.
Pada tahun anggaran 2025 ini, pemerintah desa merealisasikan pembangunan satu unit drainase dengan volume 63 meter yang menggunakan anggaran sebesar Rp 33.995.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Sulu.
Pembangunan drainase ini merupakan salah satu program prioritas yang ditetapkan dalam musyawarah desa untuk menjawab kebutuhan warga, terutama dalam mengatasi masalah genangan air dan potensi banjir yang sering terjadi saat musim hujan.
Penjabat Hukum Tua Desa Sulu, Vonny Lolowang, saat dikonfirmasi di lokasi pembangunan, menyampaikan bahwa pekerjaan ini menjadi bagian dari visi pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
“Pembangunan drainase ini sangat penting untuk mengantisipasi luapan air yang kerap merusak rumah warga dan jalan desa saat hujan deras. Dengan panjang 63 meter, drainase ini akan menyalurkan air dari wilayah pemukiman padat penduduk ke saluran utama, sehingga tidak terjadi lagi genangan,” ujar Lolowang.
Menurutnya, pekerjaan pembangunan ini bukan hanya menjawab kebutuhan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun desa yang tangguh terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Selain itu, dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintah desa juga melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Sejumlah warga setempat turut dilibatkan dalam pekerjaan drainase ini, baik dalam tahap persiapan, penggalian, hingga pemasangan konstruksi saluran air.
“Kami berupaya agar setiap program pembangunan bisa memberi dampak ganda: selain manfaat fisiknya, juga bisa membuka lapangan kerja bagi warga desa,” tambah Vonny.
Lebih lanjut, Penjabat Hukum Tua Vonny Lolowang menekankan bahwa seluruh proses penggunaan dana desa dilakukan secara transparan dan diawasi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta masyarakat setempat. Rencana anggaran, dokumen pelaksanaan, serta laporan pengerjaan dipublikasikan melalui papan informasi desa dan forum-forum resmi agar dapat diketahui seluruh lapisan masyarakat,” tegas Vonny. Pada 19/7/25
Warga Desa Sulu menyambut baik pembangunan drainase tersebut. Menurut sejumlah warga, drainase yang dibangun ini merupakan solusi jangka panjang atas masalah banjir kecil yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar jalan utama.
“Sebelumnya kalau hujan deras, air selalu meluap sampai ke jalan dan masuk halaman rumah. Sekarang sudah ada saluran, mudah-mudahan air bisa langsung dialirkan,” ujar Yohanes, salah satu warga setempat
Pemerintah Desa Sulu memastikan bahwa pekerjaan pembangunan drainase ini hanya awal dari rangkaian pembangunan infrastruktur yang direncanakan tahun ini. Ke depan, pemerintah desa akan kembali menggulirkan program-program strategis lainnya seperti perbaikan jalan lingkungan, sanitasi, serta penataan fasilitas umum berdasarkan skala prioritas.
Redaksi | Derby Mewengkang





