

Pendiv2 — MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Panggung kehormatan Pencak Silat Piala Panglima TNI 2025 kembali mempersembahkan pertarungan yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menggugah semangat kebangsaan. Dalam laga puncak kelas bergengsi, dua pendekar tangguh dari jajaran Kostrad bertemu dalam duel penuh gengsi: Heru Andrean (Yonkav 8 Fighter) melawan Miftahul Sani (Yonarmed 1). Malang, 21 September 2025



Heru Andrean (Yonkav 8 Fighter) atlet PSM yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan teknik pukulan presisi, tampil dengan determinasi tinggi sejak awal pertandingan. Setiap gerakan yang ia lancarkan mencerminkan latihan keras dan disiplin militer yang tertanam kuat dalam dirinya.
Di sisi lain, Miftahul Sani (Yonarmed 1). menunjukkan kelasnya sebagai pendekar yang tenang namun mematikan. Representasi Divif 2 Kostrad ini mengandalkan kelincahan dan strategi bertahan yang cerdas, membuat jalannya pertandingan menjadi penuh kejutan dan ketegangan.
Pertarungan keduanya bukan sekadar perebutan gelar juara, melainkan simbol persaingan sehat dan semangat juang prajurit dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat. Sorak penonton bergemuruh saat jurus demi jurus dilancarkan, menciptakan atmosfer yang membakar semangat seluruh arena.



Laga final ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di lingkungan militer tidak hanya menghasilkan fisik yang tangguh, tetapi juga karakter yang menjunjung sportivitas dan kehormatan. Mereka meski berasal dari divisi yang sama, menunjukkan bahwa semangat satu komando tetap menyatu dalam bingkai persaudaraan dan prestasi.
Ajang Piala Panglima TNI tahun ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pencak silat sebagai olahraga prestasi nasional. Dengan dukungan penuh dari institusi TNI, kompetisi ini terus menjadi wadah pembentukan mental juang dan kebanggaan budaya Indonesia.
Editor//cahpTw CBN





