

Buntok – COBRA BHAYANGKARA NEWS
Hj. Permana Sari, S.si,. M.M resmi menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan. Keluarga (TP-PPK) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Diri berharap kepada seluruh kader untuk turut membantu dalam memberikan pelanyanan kepada masyarakat.
“Saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan tugas, maka dari itu saya berharap kepada seluruh kader agar bisa turut membantu dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat”, ucapnya Hj Permana Sari setelah pelantikan dan pengukuhan di Aula Dinas PUPR Barsel.
Hal tersebut diungkapnya, karena dalam menjalankan tugas kepada dibutuhkan tim yang baik, sehingga pelayana yang maksimal akan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat di wilayah Barsel.
Ketua TP-PKK Barsel juga mengatakan kepada awak media, bahwa kita bersama-sama dengan seluruh anggota untuk menyamtukan tekat terus bekerja dan memajukan PKK di Barito Selatan.

“Yang jelas kami berusaha untuk terus menjalan 10 program PKK, selain itu juga dalam rangka program kerja Pemerintah”, ucap Ketua TP-PKK.
Terkait program khusus TP-PKK Barsel akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah tentang penanganan Stanting, Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita nanti akan rangkul Posyandu, Paud dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, jadi berharap nanti agar bisa harmonis kerjasama ini”, kata Hj.Permana Sari.
Pada kesempat yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Barsel, Dr Ita Minarni, ST, MT mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung penuh program TP-PKK.
“Kami akan medukung penuh program-program Ketua TP-PKK apapun kebutuhan, terutama sarana prasarana dan program pusat yaitu pemberantasan Stanting”, ucap Kadis PUPR
Ia juga berkeyakinan dan percaya 5 (Lima) tahun kedepan bisa bekerja bersama-sama, baik itu di Kecamatan maupun di Desa-Desa semua bisa dilaksanakan baik dan mencapai apa yang di inginkan di masyarakat Barito Selatan.
“Untuk penurunan Stanting minimal kita akan menggalakkan Posyandu, sarana prasarana air bersih, wc kalau belum ada kita ciptakan, seperti contoh yang sudah ada di Desa Pamait”, tutup Ita Minarni.
Pewarta : Sawalun.DL






