

MINAHASA SELATAN – MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Jumat (8/5/2026)
Langit pagi di Kabupaten Minahasa Selatan seolah turut tersenyum menyaksikan momen penuh makna di SMK Negeri 1 Amurang. Sebanyak 270 siswa kelas XII resmi ditamatkan dalam sebuah upacara penamatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nuansa spiritual, kekeluargaan, dan pesan kuat tentang kedisiplinan. Acara yang berlangsung aman ini menjadi saksi bisu peralihan generasi muda dari bangku sekolah menuju dunia nyata, dengan bekal iman dan karakter yang tangguh.
Acara yang digelar dengan megah ini dihadiri oleh ratusan orang tua wali yang dengan bangga mendampingi putra-putri mereka. Suasana haru langsung terasa sejak awal, ketika seluruh hadirin berdiri tegak untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Suara lantang para siswa dan guru menggema, menandakan semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang tertanam kuat di hati para lulusan.

Pemandangan indah terlihat di area upacara. Para siswa yang ditamatkan tampil memukau; siswa pria mengenakan kemeja Jaz yang rapi dan elegan, sementara siswi wanita anggun dalam balutan kebaya tradisional yang mencerminkan kearifan lokal dan kesopanan. Sementara itu, para guru dan tenaga pendidik, termasuk Kepala Sekolah, tampil berwibawa dengan seragam batik, menciptakan harmoni visual yang menunjukkan persatuan dan rasa hormat antar-generasi.
Ketua Panitia Penamatan, yang bekerja keras mempersiapkan acara ini, memulai prosesi inti dengan penyematan pita tanda kehormatan sebagai simbol restu dan dukungan moral. Pita tersebut disematkan kepada empat tokoh kunci pendidikan dan rohani, yaitu:
- Pdt. Jean Krisna Novita Suoth, M.Th. (Pembina Rohani)
- Arie Toloh, S.E. (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Minsel & Mitra)
- Jevie Jane Maliangkay, S.Pd. (Kepala Sekolah SMKN 1 Amurang)
- Douglas Panit ( Komite Sekolah)
Momen penyematan ini disambut tepuk tangan meriah, menandai dimulainya rangkaian acara sakral tersebut.

Sebelum masuk ke sesi akademik, Pdt. Jean Krisna Novita Suoth, M.Th. membuka acara dengan Ibadah Syukur yang mendalam. Dalam khotbahnya, Pendeta Jean menekankan bahwa keberhasilan bukan hanya soal nilai angka, tetapi soal integritas hati.
Suasana semakin menyentuh ketika panitia, para guru, Kepala Cabang Dinas Arie Toloh, dan Kepala Sekolah Jevie Jane Maliangkay bergabung dalam paduan suara untuk menyanyikan puji-pujian rohani. Lantunan lagu penyembahan yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan itu membuat banyak orang tua dan siswa meneteskan air mata. Itu adalah momen di mana mereka menyadari bahwa setiap langkah pendidikan selama tiga tahun terakhir telah disertai oleh penyertaan Tuhan.
Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Arie Toloh, S.E., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran acara. Namun, ia membawa pesan khusus yang berat dan penting dari atasan tertinggi di provinsi.

“Penamatan ini adalah momentum yang sangat istimewa. Saya mengapresiasi kerja keras panitia, guru, dan tentunya kegigihan 270 siswa yang telah menempuh proses pendidikan selama 6 semester atau 3 tahun,” ujar Arie Toloh.
Ia kemudian melanjutkan dengan nada serius namun penuh kasih, “Atas nama Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., saya berpesan: Jagalah nama baik. Nama baik orang tua kalian yang telah bersusah payah, nama baik sekolah ini, dan nama baik dunia pendidikan Sulawesi Utara. Bapak Gubernur selalu menekankan bahwa kedisiplinan adalah harga mati. Tanpa disiplin, ilmu tidak akan bermakna. Bawalah disiplin ini ke mana pun kalian pergi.”
Senada dengan pesan tersebut, Kepala Sekolah SMKN 1 Amurang, Jevie Jane Maliangkay, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan kembali pentingnya karakter disiplin sebagai bekal utama alumni.
“Anak-anakku, dalam melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja, kedisiplinan adalah kunci utama. Sebagaimana diamanatkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., disiplin dalam segala bidang adalah wajib diterapkan di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, dan harus menjadi budaya bagi kalian sebagai lulusan SMK,” tegas Ibu Jevie Jane dengan tatapan tajam namun penuh harapan.

“Jangan pernah menganggap remeh aturan. Disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin moral akan membedakan kalian dari yang lain. Jadilah lulusan SMKN 1 Amurang yang dikenal karena etos kerjanya yang tinggi dan ketepatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Komite Sekolah, Douglas Panit, memberikan perspektif praktis tentang kesuksesan.
“Sukses bukanlah kebetulan. Sukses adalah memiliki target yang jelas,” kata Douglas Panit. Ia mengajak para siswa untuk menetapkan visi masa depan mereka mulai hari ini. Namun, ia juga mengingatkan agar dalam mengejar target tersebut, mereka tidak lupa mengandalkan kekuatan tertinggi. “Tetap andalkan Tuhan dalam segala aspek hidup ke depan. Ketika kalian merasa lelah atau gagal, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan bagi mereka yang percaya dan bekerja keras.”
Acara penamatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pelukan haru antara siswa, orang tua, dan guru. Banyak siswa yang terlihat menangis bahagia, menyadari bahwa mereka meninggalkan “rumah kedua” mereka dengan bekal yang cukup: ilmu keterampilan, iman yang kuat, dan karakter disiplin yang ditanamkan oleh para mentor mereka.
SMKN 1 Amurang telah berhasil mencetak 270 lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan spiritual. Dengan mengacu pada arahan Gubernur Sulut untuk menjunjung tinggi kedisiplinan, para alumni ini diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nama baik Minahasa Selatan dan Sulawesi Utara ke tingkat nasional maupun global.
Selamat jalan, angkatan 2026. Terbanglah tinggi, tetaplah rendah hati, dan jagalah disiplinmu.
(Dm Komaling)





