PORTAL DAERAH

Air Mata Bangsa Digedung Alat Berat, 152 Putra – Putri Terbaik SMKN 1 Tumpaan Siap Mengabdi Untuk Nusa.

MINAHASA SELATAN — MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS

Suasana haru biru menyelimuti kawasan Kecamatan Tumpaan pagi ini. Di halaman Gedung Alat Berat SMK Negeri 1 Tumpaan, yang biasanya riuh dengan deru mesin dan aktivitas praktik teknik, kini berubah menjadi lautan emosi dan doa. Ratusan pasang mata tertuju pada acara kehormatan, menyaksikan momen paling dinanti: Penamatan 152 Siswa Kelas XII yang siap melepas seragam abu-abu mereka untuk melangkah ke dunia kerja atau pendidikan tinggi.

Acara yang berlangsung aman pada tanggal 7 Mei 2026 ini bukan sekadar seremoni pembagian ijazah. Ini adalah pesta kasih yang dihadiri langsung oleh ratusan orang tua murid, yang sejak pagi telah memadati area sekolah dengan pakaian terbaik mereka, membawa serta harapan dan doa yang tak terhingga bagi buah hati tercinta.

Sebelum prosesi penamatan dimulai, seluruh siswa dan orang tua murid diajak masuk dalam ruang spiritual yang mendalam melalui Ibadah Syukur. Nyanyian pujian dari siswa dan orang tua murid terdengar mengalun lembut, mengiringi setiap tetes air mata yang jatuh dari pipi para orang tua. Dalam khotbahnya, pembawa ibadah menekankan bahwa kelulusan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan gerbang baru di mana iman dan keterampilan harus berjalan beriringan.

“Hari ini, kita tidak hanya merayakan kepintaran akademik, tetapi kita bersyukur atas pembentukan karakter. Setiap anak yang duduk di sini adalah jawaban dari doa-doa malam orang tua mereka,” ujar pendeta yang memimpin ibadah, memicu isak tangis haru di barisan depan tempat para ayah dan ibu duduk.

Air Mata Bangsa Digedung Alat Berat, 152 Putra Putri Terbaik SMKN 1 Tumpaan Siap Mengabdi Untuk Nusa.

Dalam sambutannya yang penuh semangat namun menyentuh hati, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Minahasa Selatan/Minahasa Tenggara Arie Toloh, S.E., menyampaikan pesan yang membakar semangat sekaligus melembutkan hati. Ia menatap satu per satu wajah 152 wisudawan tersebut dengan pandangan bangga.

“Anak-anakku, 152 mutiara yang hari ini kami lepaskan. Lihatlah orang tua kalian di sana. Lihatlah kerut di wajah mereka, lihatlah uban di rambut mereka. Semua itu adalah bukti pengorbanan tanpa batas demi melihat kalian berdiri tegak hari ini di Gedung Alat Berat ini,” kata Arie Toloh dengan suara bergetar.

Ia melanjutkan, “SMK Negeri 1 Tumpaan telah membekali kalian dengan keterampilan tangan yang hebat, tetapi ingatlah, keterampilan tanpa hati nurani adalah sia-sia. Jadilah manusia yang tidak hanya bisa memperbaiki mesin dan lain lain tetapi juga mampu memperbaiki keadaan sekitar. Jadilah tangan-tangan Tuhan yang bekerja lewat profesi kalian. Kami di Dinas Pendidikan akan selalu memantau langkah kalian dengan doa. Terbanglah tinggi, nak, tapi jangan pernah lupa akar yang menanam kalian.”

Sambutan Bapak Arie Toloh disambut dengan tepuk tangan gemuruh yang diwarnai haru, sementara banyak orang tua terlihat mengusap air mata, merasakan betapa tulusnya perhatian pemerintah daerah terhadap masa depan anak-anak mereka.

Momen paling mengharukan terjadi saat Kepala Sekolah SMKN 1 Tumpaan, Drs. Freddy Lengkong, naik ke podium. Sebagai figur bapak yang telah membimbing siswa-siswa tersebut selama tiga tahun, ia tampak sulit menahan emosinya. Dengan suara parau menahan tangis, ia menyampaikan pesan perpisahan yang sangat personal.

“Bapak, Ibu, dan anak-anakku yang saya cintai. Tiga tahun lalu, kalian datang dengan wajah-wajah polos, ada yang malu-malu, ada yang berani. Hari ini, saya melihat 152 pemuda-pemudi tangguh yang siap bersaing di dunia global. Rasanya baru kemarin saya menegur kalian karena terlambat, atau memuji kalian karena nilai praktik yang sempurna,” ungkap Drs. Freddy Lengkong

Air Mata Bangsa Digedung Alat Berat, 152 Putra Putri Terbaik SMKN 1 Tumpaan Siap Mengabdi Untuk Nusa.

“Hari ini, saya melepaskan kalian bukan untuk pergi menjauh, tetapi untuk menyebar cahaya. Ingatlah, gedung alat berat ini, bengkel-bengkel ini, dan halaman sekolah ini adalah rumah kedua kalian. Jika suatu hari kalian lelah, jika dunia luar terlalu keras, kembalilah ke sini. Pintu hati guru-guru kalian, pintu sekolah ini, akan selalu terbuka lebar untuk menyambut kalian pulang.

Puncak acara penamatan ditandai dengan momen penyematan tanda kelulusan dan prosesi walking ceremony.

Salah satu orang tua murid, yang enggan disebut namanya mengaku sangat terbawa suasana. “Saya tidak menyangka akan seharu ini. Melihat anak saya lulus dari SMK yang fasilitasnya bagus seperti ini, dengan kepala sekolah dan pejabat yang begitu mencintai anak-anak, saya merasa perjuangan saya bekerja keras selama ini terbayar sudah. Terima kasih SMKN 1 Tumpaan,” ujarnya sambil tersenyum di sela air mata.

Penamatan 152 siswa SMKN 1 Tumpaan angkatan 2023 ini menutup babak pendidikan menengah dengan catatan indah. Mereka yang lulus dari jurusan-jurusan teknik dan keahlian lainnya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Minahasa Selatan.

Dengan bekal ilmu, iman, dan restu orang tua yang diperkuat oleh doa para guru, 152 lulusan ini siap menjadi agen perubahan. Seperti kata Drs. Freddy Lengkong, “Mereka mungkin pergi dari sekolah ini, tetapi nama baik SMKN 1 Tumpaan akan mereka bawa ke mana pun mereka melangkah.”

Selamat berjuang, anak-anakku. Dunia menantimu dengan segala tantangan dan keindahan. Jadilah kebanggaan orang tua, bangsamu, dan Tuhanmu.

(DDM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button