

Aceh Utara – MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Pengerjaan rehab berat Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Dusun Lhok Drien, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang terus berjalan. Di atas rangka jembatan yang masih terbuka, terlihat warga dengan cekatan menyusun papan demi papan, bahkan harus menjaga keseimbangan di ketinggian. Di sinilah semangat kebersamaan benar-benar terasa. Minggu (3/5/2026).
Jembatan sepanjang 82 meter dengan lebar 2,5 meter ini dibangun melintasi sungai selebar 37 meter. Dengan kondisi air yang bisa mencapai kedalaman 2 meter saat normal, pembangunan dilakukan ekstra hati-hati. “Kerja di sini memang butuh fokus, tapi kalau sudah terbiasa, kita jalani saja,” kata salah satu warga sambil tetap melanjutkan pekerjaannya.
Babinsa Koramil 19/Sawang, Serda Dedi K, tampak terus memantau langsung pengerjaan di lapangan. Ia sesekali berdialog dengan warga, memastikan setiap bagian dikerjakan dengan baik. “Keselamatan tetap utama, tapi kita juga kejar progres. Yang penting kerja rapi dan kuat,” ujarnya.

Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 30 persen. Tahap awal seperti pembersihan lokasi sudah selesai 100 persen, sementara pekerjaan lanjutan seperti pemasangan papan pijakan dan pengecatan mulai berjalan. Beberapa material masih dalam proses pengadaan, namun tidak menghambat semangat kerja di lapangan.
Babinsa dan warga saling bantu, saling jaga, terutama saat bekerja di atas rangka jembatan yang belum sepenuhnya terpasang. Cuaca yang cenderung cerah di pagi hingga siang hari juga cukup membantu percepatan pekerjaan.
Jembatan ini nantinya akan menjadi akses penting bagi ratusan warga di Dusun Lhok Drien dan Dusun Alue Suke. “Kami sangat berharap cepat selesai, karena jembatan ini memang kami butuhkan untuk aktivitas sehari-hari,” ungkap warga. Dengan kebersamaan antara TNI dan masyarakat, pembangunan ini diharapkan rampung tepat waktu dan benar-benar memberi manfaat bagi semua.
(cahptw CBN)





