

Manado, Sulawesi Utara // MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti seluruh Keluarga Besar Komaling saat Ibadah Natal Keluarga Komaling, Rabu 21 Januari 2026, resmi berakhir.
Bukan sekadar seremoni keagamaan, perayaan Natal ini menjadi ruang perjumpaan iman, persaudaraan, dan cinta keluarga besar yang terjalin lintas generasi.
Dengan suara bergetar menahan haru, Ketua Panitia Natal Keluarga Komaling, Kolonel Bakamla Wentje F. Komaling, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa pamrih sejak awal perencanaan hingga terselenggaranya ibadah Natal dengan khidmat dan penuh makna.
“Dari awal rencana Natal keluarga hingga terselesaikan hari ini, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama seluruh panitia. Ini bukan pekerjaan ringan, tetapi dikerjakan dengan hati, dengan iman, dan dengan kasih,” ujar Wentje Komaling.
Ia secara khusus menyebut peran para tokoh dan panitia inti yang menjadi tulang punggung kegiatan, di antaranya Penasihat Patuari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, Wakil Ketua Panitia Dr. Dani R. Pinasang, SH, M.Hum, serta Sekretaris Panitia Boyke Nyengka, SE, yang bersama sekitar 40 anggota panitia bekerja siang dan malam demi satu tujuan: Natal Keluarga Komaling yang memuliakan Tuhan dan menguatkan persaudaraan.
Namun, menurut Wentje, keberhasilan Natal ini bukan semata karena panitia, melainkan karena kehadiran seluruh patuari Komaling dari berbagai penjuru Sulawesi Utara yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan hati untuk berkumpul sebagai satu keluarga besar.
“Yang paling penting adalah kebersamaan seluruh patuari Komaling. Kehadiran saudara-saudara sekalian membuktikan bahwa keluarga ini hidup, saling menopang, dan tidak tercerai oleh jarak maupun kesibukan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Momen paling menyentuh terjadi ketika Wakil Ketua Panitia, Dr. Dani R. Pinasang, SH, M.Hum, mengutip pesan rohani yang disampaikan oleh Patuari Gubernur Sulawesi Utara. Kalimat sederhana itu menggema kuat di hati seluruh keluarga;
“Allah hadir untuk Keluarga Komaling dan malam baku dapa”
Ungkapan tersebut seolah menjadi rangkuman makna Natal tahun ini—bahwa di tengah tantangan hidup, perbedaan, dan pergumulan masing-masing anggota keluarga, Tuhan tidak pernah meninggalkan Keluarga Komaling.
Bagi mereka, Natal ini bukan hanya perayaan kelahiran Kristus, tetapi juga penguatan iman bahwa keluarga besar Komaling tetap berada dalam penyertaan Tuhan.
Ibadah Natal Keluarga Komaling 2026 pun ditutup dengan doa, pelukan persaudaraan, dan harapan baru—agar nilai kasih, kerendahan hati, kesetaraan, dan kebersamaan yang dirayakan hari ini tidak berhenti di altar ibadah, tetapi hidup nyata dalam keseharian setiap anggota keluarga.
Natal telah usai, namun pesan iman itu tetap tinggal:
Allah hadir. Untuk keluarga. Untuk persaudaraan. Untuk Keluarga Besar Komaling.
Peliput: DM Komaling





