

Minahasa Selatan // COBRA BHAYANGKARA NEWS
Minsel Selasa 25/11/25. Gelombang keresahan publik kembali memuncak. Sudah hampir dua minggu masyarakat Minahasa Selatan dibuat repot, lelah, dan kecewa akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak kunjung membaik. Situasi ini menjadi kian panas menjelang perayaan Natal, ketika kebutuhan mobilitas warga justru meningkat tajam.
Di berbagai titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti Amurang, Tumpaan, Kapitu hingga Tenga antrian kendaraan mengular hingga ratusan meter. Masyarakat yang sudah menunggu sejak subuh akhirnya harus menerima kenyataan pahit: BBM habis sebelum mereka sempat dilayani.
“Ini sudah tidak masuk akal! Seminggu lebih dibiarkan seperti ini, pemerintah dan agen BBM harus buka mata,” keluh warga yang sudah mengantri hampir tiga jam.

Bahkan sejumlah pengendara mengaku harus kembali pulang dengan tangki kosong, menyebabkan pekerjaan mereka tertunda. Para petani, pengojek, hingga nelayan kecil kini ikut menjerit karena aktivitas harian sangat bergantung pada BBM.
Di media sosial, warga Minahasa Selatan sudah berkoar-koar, mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi dan kapan pasokan BBM akan kembali normal. Sebagian mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait memberikan penjelasan terbuka, karena warga menilai tidak ada kejelasan yang disampaikan selama kelangkaan ini berlangsung.
“Menjelang Natal begini, masa kita mau rayakan dengan penuh kekhawatiran karena BBM langka? Kami butuh kepastian, bukan janji,” ujar salah satu warga engan nada kecewa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang menenangkan publik. Masyarakat hanya berharap agar situasi segera membaik, mengingat kebutuhan mobilitas akan terus meningkat mendekati hari besar keagamaan tersebut.
Situasi makin genting, warga menunggu tindakan nyata.
Peliput//Dm Komaling





