

Manado // COBRA BHAYANGKARA NEWS
Dunia usaha kuliner di Kota Manado kembali dikejutkan dengan sebuah kasus penggelapan dana yang diduga dilakukan oleh seorang karyawan.
Seorang perempuan bernama Susan Palar, yang diketahui bekerja sebagai pegawai di Rumah Makan Sabua Minahasa, Malalayang, Kota Manado, diduga menggelapkan uang milik pemilik rumah makan senilai kurang lebih Rp20 juta.
Kasus ini terungkap setelah pihak manajemen rumah makan menyadari adanya kejanggalan dalam pencatatan keuangan harian.
Pemilik usaha, Keluarga Tolilu Kendung, mengungkapkan kepada wartawan pada Senin 18/8/25 bahwa kejadian tersebut sangat mengejutkan, mengingat kepercayaan penuh telah diberikan kepada Susan selama masa kerjanya yang baru berlangsung tiga bulan.
“Kami kaget ketika mengecek pembukuan, ternyata ada uang sekitar Rp20 juta yang tidak jelas keberadaannya. Setelah ditelusuri, ternyata karyawan kami, Susan P, sudah tidak lagi masuk bekerja dan tidak diketahui di mana keberadaannya. Ini sangat merugikan usaha kami,” ujar Tolilu Kendung dengan nada kecewa.
Dugaan penggelapan ini menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan kepercayaan di sektor usaha kecil menengah, khususnya usaha kuliner yang sangat mengandalkan kejujuran karyawan.
Masyarakat sekitar Malalayang juga ikut terkejut dengan peristiwa ini, sebab rumah makan tersebut cukup dikenal luas dan menjadi salah satu tujuan favorit pecinta kuliner khas Minahasa.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Susan P masih menjadi misteri. Pemilik rumah makan bersama pihak keluarga telah berupaya melakukan pencarian, namun hasilnya nihil. Kasus ini juga akan dilaporkan agar segera ditindaklanjuti aparat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menurut ketentuan hukum, tindakan penggelapan seperti ini dapat dijerat dengan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun. Jika terbukti adanya unsur pemberatan, pelaku bahkan bisa dijerat dengan pasal tambahan yang memperberat hukuman.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha untuk semakin memperketat sistem pengawasan keuangan internal, meskipun hubungan kerja dilandasi oleh rasa percaya. Sebab, dalam dunia bisnis, kejujuran karyawan adalah salah satu fondasi utama keberlangsungan usaha.
[Pewarta: Dm Komaling]






