PORTAL DAERAH

Langkah Humanis Pemerintah Desa Makaaroyen: Hukum Tua Gunakan Uang Pribadi Bantu Anak Terdampak dan Pencegahan Stunting

Modoinding, Minahasa Selatan //MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS

Pemerintah Desa Makaaroyen, Kecamatan Modoinding, kembali menunjukkan komitmen nyata dan penuh kepedulian terhadap persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian serius di tingkat nasional.

Di tengah keterbatasan anggaran dan belum terakomodirnya program penanganan stunting dalam Anggaran Dana Desa (ADD/DD) Tahun 2026, langkah humanis justru ditunjukkan oleh Hukum Tua Desa Makaaroyen,
I Made Amos Yofol, S. Farm, yang secara sukarela menggunakan uang pribadi untuk membantu anak-anak yang terdampak stunting maupun yang berpotensi mengalami stunting.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan di tingkat desa tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan anggaran, melainkan juga pada kepekaan sosial dan tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi muda.

Pemerintah Desa Makaaroyen memilih untuk tidak menunggu proses birokrasi penganggaran yang panjang, melainkan langsung bertindak demi kepentingan anak-anak desa.
Berdasarkan hasil pemantauan kesehatan dan pendataan lapangan, bantuan asupan makanan bergizi diberikan langsung kepada anak-anak yang masuk dalam kategori terdampak stunting serta kelompok pencegahan stunting.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap dan tepat sasaran, dengan memperhatikan kebutuhan gizi anak sesuai anjuran kesehatan.
Adapun makanan yang disiapkan untuk pencegahan dan penanganan stunting meliputi menu bergizi seimbang, antara lain telur ayam, susu, ikan segar, sayur-sayuran hijau, buah-buahan, serta makanan tambahan yang mengandung protein, zat besi, kalsium, dan vitamin penting guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hukum Tua Desa Makaaroyen, Amos Yofol, kepada media ini menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar kepedulian dan rasa tanggung jawab sebagai pemimpin desa.

“Anak-anak adalah masa depan desa Makaaroyen. Walaupun anggaran dana desa tahun 2026 belum mengakomodir penanganan stunting, kami tidak bisa tinggal diam dan menunggu. Karena itu, saya secara pribadi berinisiatif menggunakan uang pribadi agar anak-anak ini tetap mendapatkan perhatian dan asupan gizi yang layak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa persoalan stunting tidak hanya menyangkut kesehatan semata, tetapi berhubungan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurutnya, pencegahan sejak dini merupakan langkah strategis yang tidak boleh ditunda dengan alasan apa pun.

Langkah kebijakan yang dilakukan Pemerintah Desa Makaaroyen ini pun menuai apresiasi luas dari masyarakat. Dukungan dan pujian datang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak gereja, hingga warga desa setempat. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai contoh nyata kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

Salah satu tokoh masyarakat Makaaroyen menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Hukum Tua dan pemerintah desa merupakan teladan yang patut dicontoh oleh pemimpin di berbagai tingkatan.

“Ini adalah kepemimpinan yang nyata, bukan hanya berbicara soal program, tetapi langsung bertindak demi kepentingan anak-anak. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Hukum Tua dan Pemerintah Desa Makaaroyen,” ungkapnya, Kamis (22/1/26).

Dukungan serupa juga disampaikan oleh pihak gereja dan tokoh agama yang ada di Desa Makaaroyen. Mereka berharap agar ke depan, program penanganan dan pencegahan stunting dapat segera dimasukkan secara resmi dalam perencanaan dan penganggaran desa, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan secara berkelanjutan, terstruktur, dan menjangkau lebih banyak anak.

Tak hanya itu, sebagai bentuk pelayanan kesehatan berkelanjutan, Posyandu Desa Makaaroyen juga mulai aktif dijalankan sejak awal tahun, tepatnya pada 22 Januari 2026.

Dalam kegiatan Posyandu tersebut, Pemerintah Desa Makaaroyen turut menyiapkan makanan tambahan (PMT) bagi orang lanjut usia, ibu hamil, balita dan anak-anak, berupa bubur kacang hijau, bubur bergizi, telur rebus, biskuit tambahan gizi, susu, serta buah-buahan segar sebagai penunjang tumbuh kembang anak.

Dengan berbagai langkah nyata ini, Pemerintah Desa Makaaroyen menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Tindakan humanis ini diharapkan mampu menggugah kesadaran bersama, baik pemerintah di tingkat yang lebih tinggi maupun masyarakat luas, bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi, kepedulian, dan aksi cepat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil tidak selalu harus menunggu kebijakan anggaran, tetapi dapat dimulai dari niat tulus dan tindakan nyata seorang pemimpin desa yang menempatkan masa depan anak-anak sebagai prioritas utama.

(Dm Komaling)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button