PORTAL DAERAH

Patuari Gubernur : Komaling Hebat, Yesus lahir Menyelamatkan Komaling dan Dunia.

Manado // MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS

Nilai kesetaraan, kebersamaan, dan kerendahan hati mengemuka kuat dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Komaling Sulawesi Utara.

Ibadah penuh makna ini digelar dengan sikap hormat dan kesungguhan di Wisma Negara Gubernuran, tepatnya di Gedung Graha Gubernuran, Kelurahan Bumi Beringin, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Rabu (21/1/2026).

Momentum rohani tersebut menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, yang akrab disapa YSK, bersama istri tercinta, Anik Wandriani.

Keduanya tampak berbaur tanpa sekat dengan seluruh Keluarga Besar Komaling dari berbagai latar belakang, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan egaliter.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus Komaling menyampaikan pesan yang kuat dan menyentuh hati:
“Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Tidak harus membeda-bedakan.”
Pesan tersebut menjadi roh dari seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Komaling, sekaligus cerminan nilai kepemimpinan yang menjunjung tinggi persaudaraan, kesetaraan, dan kemanusiaan tanpa memandang status maupun jabatan.

Patuari Gubernur: Komaling Hebat, Yesus lahir Menyelamatkan Komaling dan Dunia.

Salah satu pemandangan yang paling mencuri perhatian adalah penataan kursi ibadah pada Selasa 20/1/26 Seluruh kursi disusun berderet rapi tanpa pembeda—tidak ada kursi khusus bagi pejabat, tidak ada jarak hierarkis.

Hal ini secara nyata merefleksikan komitmen Gubernur Sulawesi Utara untuk meniadakan sekat status dan jabatan, bahkan dalam acara yang digelar di lingkungan resmi pemerintahan.
Ibadah Natal dan Tahun Baru berlangsung dengan penuh kekhusyukan.

Puji-pujian rohani mengalun syahdu, membawa keluarga Komaling dalam suasana penghayatan iman.

Dalam sesi pemasangan lilin Natal, terlihat Gubernur Yulius Selvanus Komaling didampingi sang istri, Anik Wandriani, turut memasang lilin sebagai simbol terang, harapan, dan kasih yang lahir dari peristiwa Natal.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pendeta Dr. Eva Karamoy, S.Th, yang menyampaikan renungan mendalam tentang kasih, kerendahan hati, serta pentingnya persatuan sebagai fondasi dalam membangun keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa yang beradab serta beriman.

Ibadah semakin khidmat dengan iringan alat musik tradisional kolintang dan musik bambu. Alunan kolintang bukan hanya memperindah suasana ibadah, tetapi juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal Sulawesi Utara yang harmonis dengan nilai-nilai iman dan spiritualitas Kristiani.

Dalam suasana penuh kehangatan, ungkapan kebanggaan dan solidaritas keluarga turut disampaikan. “Komaling hebat, Yesus lahir menyelamatkan Komaling dan dunia. Keluarga Komaling tetap solid dalam kekeluargaan. Komaling luar biasa,” ujar Patuari Gubernur Komaling, yang disambut dengan sukacita oleh seluruh keluarga yang hadir.

Usai ibadah, puji-pujian kembali dilantunkan oleh panitia bersama Keluarga Besar Komaling, menutup rangkaian acara dengan penuh syukur dan pengharapan akan tahun yang baru.

Ketua Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Komaling, Kolonel Bakamla Wentje F. Komaling, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan. Ia menegaskan bahwa perayaan ini merupakan waktu terbaik dari Tuhan, di mana seluruh Keluarga Besar Komaling dapat berkumpul dalam suasana Natal bersama. “Keluarga Komaling sangat mencintai Patuari Gubernur,” ujarnya.

Patuari Gubernur: Komaling Hebat, Yesus lahir Menyelamatkan Komaling dan Dunia.

Panitia pelaksana terdiri dari Penasehat mayjen TNI Purn Yulius Selvanus Komaling, Ketua Panitia Kolonel Bakamla Wentje F. Komaling, S.Sos., M.Si., Wakil Ketua Dr. Dani R. Pinasang, SH, M.Hum, Sekretaris Panitia Boyke Nyengka, SE, serta didukung oleh sekitar 40 anggota panitia yang bekerja dengan penuh dedikasi demi suksesnya acara tersebut.

Perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Komaling ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi pesan moral yang kuat bagi masyarakat Sulawesi Utara. Bahwa kebersamaan, kesetaraan, dan saling menghormati bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang harus hidup dan nyata, dimulai dari keluarga hingga ke ruang-ruang publik pemerintahan.

Dengan semangat Natal dan harapan di Tahun Baru 2026, Gubernur Yulius Selvanus Komaling kembali menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal jarak, melainkan tentang kedekatan hati, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, dan melangkah bersama demi Sulawesi Utara yang rukun, adil, dan bermartabat.

Peliput: Derby Mewengkang Komaling

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button