

Lahat Sum-Sel — MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Aprizal Muslim Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan ( PW GNPK- RI Sumsel ) menyayangkan yang diduga sikap dan Perbuatan yang dilakukan oleh salah satu Oknum LSM Di Kabupaten Lahat,
Yang memanfaatkan para tukang ojek untuk ikut berdemo dihalaman kejaksaan negeri lahat, yang pada dasar nya mereka tidak mengerti persoalan hanya di manfaatkan seakan rakyat yang menuntut.
Aksi Demonstrasi di Kabupaten Lahat terungkap ke publik, setelah Informasi yang diterima dari awak media menyebut, sekelompok orang tukang ojek yang diduga mau ikut aksi demo damai saat bertemu dan di bincangi oleh Aprizal Muslim di kawasan Depan Kantor DPRD Lahat, terlihat itu dari pembicaraan langsung mendatangi para tukang ojek di kawasan tertentu pada hari Selasa tanggal,
29/09/2026.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pihak tersebut menawarkan bayaran kepada para tukang ojek untuk mengumpulkan warga guna mengikuti aksi unjuk rasa,
Namun” rencana tersebut gagal total setelah para tukang ojek diberikan penjelasan yang jelas mengenai situasi yang sebenarnya. Setelah memahami kondisi tersebut, para tukang ojek memilih menolak tawaran itu dan langsung pulang ke rumah masing-masing.
Aprizal Muslim, Jangan Manfaatkan Warga untuk Kepentingan Sesaat atau kepentingan Pribadi,” Pungkasnya.
Ketua PW GNPK-RI Sumatera Selatan, Aprizal Muslim, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, menyampaikan kekecewaannya sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dan terpropokasi atau bayaran sesaat.
“Saya sangat menyayangkan jika ada pihak yang berupaya menyewa warga melalui tukang ojek untuk mengikuti aksi, Ini bukan cara yang benar”
Warga bukanlah alat untuk dijual belikan untuk kepentingan kelompok tertentu,” Ujar Aprizal Muslim.
Beliau memuji sikap bijak para tukang ojek yang memilih menolak tawaran tersebut setelah diberikan pemahaman, Langkah itu dinilai sebagai bukti kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk tidak mudah dimanfaatkan pihak lain.
“Sikap para tukang ojek yang menolak setelah diberi penjelasan adalah langkah yang sangat tepat, Uang bayaran itu hanya sesaat, tetapi dampak yang ditimbulkan bisa berlarut-larut dan merugikan masyarakat sendiri,” Pungkasnya.
“Masyarakat Diminta Tetap Waspada Jangan terprovokasi yang tidak jelas arahnya demi di butuhkan dan dimanfaatkan oleh segelintir Kepentingan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab.
Aprizal Muslim juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lahat agar senantiasa waspada terhadap tawaran serupa. Beliau meminta warga untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi upaya penyewaan massa untuk bayaran atau hal-hal yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
“Jadilah masyarakat yang cerdas. Jangan mudah terprovokasi, apalagi disewa untuk hal yang belum tentu benar. Jika ada yang mencurigakan, silakan sampaikan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan benar,” pungkas Aprizal Muslim.
COBRA_Community Berita Nusantara News
Sumsel.,
Sumber Berita Aprizal Muslim Ketua PW GNPK- RI Sumsel
Pewarta//Mujiyono





