

BONDOWOSO — MEDIA COBRA BHAYANGKARA NEWS
Kepedulian menemukan maknanya ketika hadir langsung di tengah kehidupan masyarakat. Bukan hanya tentang bantuan yang diserahkan, tetapi tentang perhatian yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan, melalui kehadiran yang tulus dan sentuhan kemanusiaan.
Semangat tersebut diwujudkan Ketua Bhayangkari Ranting Curahdami, Ny Lena Muktamar, saat menyambangi dua warga di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 74 melalui program Bhayangkari Peduli.

Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan sosial kepada Bu Misjo dan Pak Tosan, warga kawasan Selatan Sungai, RT 2 RW 1, Desa Kupang.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan beras seberat 5 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari hari sekaligus menjadi bentuk perhatian Bhayangkari terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.
Mengubah Kepedulian Menjadi Tindakan
Bagi Ny Lena Muktamar, Bhayangkari Peduli memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah agenda sosial. Program tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan kemanusiaan sekaligus menerjemahkan semangat kebersamaan dalam tindakan nyata.
“Bhayangkari Peduli bagi kami adalah bentuk kepekaan terhadap kehidupan masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan perhatian, kami ingin hadir dan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Ny Lena Muktamar.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata dilihat dari nilai materi, tetapi dari pesan sosial yang menyertainya.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Yang lebih penting, semoga kehadiran kami dapat menghadirkan rasa diperhatikan dan menjadi bagian dari semangat untuk saling menguatkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan yang dekat antara Bhayangkari dan masyarakat diharapkan dapat membangun suasana sosial yang lebih hangat serta memperkuat semangat gotong royong.
Polsek Curahdami Berikan Pendampingan

Kegiatan sosial tersebut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran Polsek Curahdami di bawah kepemimpinan Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib sekaligus menjadi bagian dari kehadiran Polri dalam mendukung kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
AKP Muktamar mengatakan, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian. Ketika institusi hadir bersama masyarakat dalam suasana sosial seperti ini, hubungan yang terbangun akan semakin kuat,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Bhayangkari dan Polri dalam menghadirkan kepedulian sosial di tingkat masyarakat.
Bagi Bu Misjo dan Pak Tosan, kunjungan Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami menjadi perhatian yang memiliki arti tersendiri. Bantuan kebutuhan pokok yang diterima diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan keluarga.
Lebih dari penyerahan bantuan, pertemuan itu menjadi ruang sederhana untuk membangun komunikasi dan menghadirkan rasa kebersamaan.
Dari Desa Kupang, Bhayangkari Peduli kembali menunjukkan bahwa pengabdian dapat tumbuh dari langkah yang sederhana. Sebab, terkadang yang paling berarti bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan untuk datang, menyapa dan memastikan masyarakat merasa tidak berjalan sendirian.
(cahptw CBN)





